baru saja, 2 orang separuh abad meninggalkan ruangan ini..
yang 3 jam lalu sedang terlelap lalu berbincang-bincang dengan ku, tentang apa yg menjadi hambatan dan apa yang akan diwujudkan.
bernada bijak pada ibuku bahwa hidup tidak untuk dikeluhkan, syukuri selagi kita mampu, syukur apa yang kita miliki. Pemberian Ilahi adalah titipan untuk buah hati.
raut wajahnya tak seceria dulu..
kulitnya tak lagi kencang seperti dahulu..
jemari, lengan, tubuh dan kakinya tak sekuat dulu..
namun tanggungjawabnya selalu menjadi alasan mengapa ia tak pernah kenal lelah..
apakah kau tak takut akan kematian?
jangan bicarakan apa yang sudah saya berikan, tp mari kita syukuri apa yang kita miliki.
Ayah,
apakah kau pernah bermimpi aku memberikanmu kebahagiaan? selagi aku bernafas.
selagi aku muda, bersemangat.
taruh bebanmu dipundakku.
Ayah,
apakah kau takut akan kematian?
umurmu yg sudah lebih dari setengah abad.
aku takut ayah..
sangat takut.
lebih dari apa yang kau takuti.
mari kita berbicara tentang apa yang akan kau lakukan, bukan apa yang sudah kau lakukan.
Ayah, aku akan memberikanmu benih kebahagiaan, tolong tanam dalam hati.
Ibu, aku ingin memberikanmu kebesaran hati, tolong tanam dalam hati.
kita bukan seperti apa yang sudah kita bicarakan pada orang.
aku bukan anak kecil lagi.
namun aku selalu menjadi putri kecil bagi mu.
aku benar-benar takut kehilangan mu Ayah..
dan tak ingin kehilanganmu Ibu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar